:::: MENU ::::

Blog ini berisi pandangan pribadi saja,

  • Sabtu, Juni 10, 2017

Suatu sore di saat saya harus tega meninggalkan anak dan istri saya di sebuah stasiun. Saat - saat yang berat dalam perjalanan hidup saya, saya harus menempuh perjalanan ke sebuah kota demi sebuah keharusan sebagai seorang manusia yang terikat. Tugas saya sebagai pegawai memaksa saya melakukan itu, walaupun naluri saya sebagai seorang ayah dan suami selalu menginginkan bersama mereka. "Sabar nak perjalanan ini tak selalu yang seperti kita inginkan namun yakinlah ini adalah yang terbaik" tukas saya dalam hati.
Dalam perjalanan saya, di setiap stasiun selalu berhenti, terkadang harus menaikan penumpang, dan penumpang yang lain turun. Penumpang yang sudah sampai tujuan. Sesekali kereta berhenti, mempersilahkan yang kereta lainya berjalan, namun kereta yang kupijak tak pernah sekalipun memberhentikan yang lain agar kami bisa berjalan dahulu. Dalam keberdirianku berjalan, sayup - sayup setiap penumpang memperbincangkan dunia ini dari sudut pandang mereka. Ada yang sedang berbicara khasiat buah mengkudu, "Mas minum aja jus buah mengkudu setiap hari, kalau ndak berkhasiat potong kuku saya eh jari saya kalau tak berkhasiat" (yang potong kuku saya itu hanya improve agar tak bosan, heuheu). Ada yang membicarakan seseorang dengan posisi tinggi di sebuah institusi "Kalau sudah berpangkat tinggi, dia pasti beda memperlakukan bawahanya". Sayup - sayup juga terdengar anak kecil tertawa lepas, dengan penuh kegembiraan, dan kejujuran. Saya pun masih berkutat dengan keypad, dan seakan tak mencerminkan saya sebagai manusia dari sisi kesosialanya. Saya pun terkadang juga harus bersyukur, daripada saya membicarakan kebenaran khasiat mengkudu atau pangkat yang tak sengaja terdengar telinga saya, yang kebenaranya mungkin hanya bersifat perspektif individu saja. Sama halnya seseorang sedang membicarakan khasiat daging, tanpa mengetahui lawan bicaranya sesuai apa tidak? Jangan - jangan pendengar memiliki penyakit anti daging? Heuheu. Tapi bukan berarti seseorang yang berdiri di sebuah kereta, yang sibuk dengan gadgetnya, yang sedang mengabarkan sebuah situasi, yang sesuai dengan keinginanya adalah benar. Semua yang sedang berada di dalam kehidupan ini "Menurut Saya" adalah sedang menempuh perjalanan, ada yang sedang menempuh perjalanan dari kota ke kota, ada yang berjalan dari waktu ke waktu ada juga yang berjalan dari keberkahan ke keberkahan yang lain, semua seharusnya bertambah seiring jauhnya perjalanan. Jika seiring bertambahnya perjalanan kesadaran kita tidak bertambah maka waktu yang akan melakukanya.

Kertosono Krian 2017